Naiknya Harga Emas Usai The Fed Menahan Suku Bunga
Naiknya Harga Emas Usai The Fed Menahan Suku Bunga

Naiknya Harga Emas Usai The Fed Menahan Suku Bunga

66 views

32852pch.com – Untuk harga emas mulai terus bergerak naik setelah the fed dalam rapat federal open market comittee (FOMC). Pada hari kamis (29/7/21).

Mengumumkan di tahannya suku bunga kata fed fund rate tetap di kisaran 0% sampai dengan 0,25%. Namun, detail mengatakan kenaikan harga emas untuk saat ini berpotensi tercek karena ada sebuah kebijakan terpenting off AS masih akan di lakukan.

Menurut Blommberg. Setelah The fed mengumumkan keputusan tersebut di hari yang sama. Harga emas kontrak desember 2021 di commodity exchange naik 1,73% ke US$ 1.835 per ons troi. Sesaat, pada hari jumat (30/7/21), untuk harga emas tercek 0,20% ke US$ 1.831 per ons troi.

Mengamati secara detail Monex Investindo futures faisyal mengatakan untuk harga emas menguat karena ada keputusan the fed yang cenderung dovish membuka dolar AS melemah jadi harga emas menguat. “The fed tidak hanya mempertahankan suku bunga tapi lembaga tersebut juga tidak memberi timeline pasti dalam mengurangi pembelian obligasi dan dikatakan masih jauh bagi the fed buat menaikan suku bunga” kata faisyal, pada hari jumat (30/07/2021).

Baca juga:

Selain itu untuk harga emas naik ditarik oleh pemerintah yang juga naik sebagai aset safe haven. Maklum di berbagai negara yang maju kini jumlah kasus wabah covid-19 kembali meningkat.

Faisyal menilai pengecekan harga emas di akhir pekan ini terjadi hanya sesaat. Hingga akhir tahun. Faisyal semangat harga emas dalam tren naik. Sentimen positif yang menutupi emas juga datang dari data pertumbuhan ekonomi AS di kurtal II-2021 yang tumbuh 6,5% tidak setinggi seperti proyeksi pelaku pasar di 8,5%.

Selain itu. Data pengangguran meningkat di 400.000 lebih tinggi dari proyek di 382.000. “Data ekonomi AS yang tidak sesuai proyeksi menimbulkan keraguan pemulih ekonomi AS. Investor jadi kembali mencapai emas safe haven,” kata faisyal.

Kalau kondisi tersebut tidak berubah. Feisyal memproyeksi harga emas berpotensi akan naik ke US$ 1.850, bahkan ke US$ 1.900 hingga US$ 2.000 di akhir tahun.

Harga emas tetap akan memiliki resiko terkoreksi jika AS kembali sering mengeluarkan stimulus yang dampaknya membuat dollar AS dan bursa saham di AS menguat.

mengamati secara global kapital investama alwi assegaf juga mengumumkan memang untuk harga emas sekarang ini sedang naik. Karena the fed masih mempertahankan kebijakan akomodatif dalam waktu dekat ini.

Namun, terlihat data inflasi AS belakangan yang sudah melebihi target inflasi di 2% kemungkinan pelaku pasar akan berpikir bahwa penguatan moneter dan trepeling off akan menjadi bom waktu yang bisa mengecek harga emas kembali.

Baca juga:

“Jadi prospek terjadi tapering atau sinyal tapering yang kelak The Fed sampaikan mungkin saja di kuartal IV-2021 bisa saja kembali menahan kenaikan harga emas,” kata Alwi.

Alwi memproyeksikan hingga akhir tahun ini harga emas cenderung sideways. “Harga emas sentuh US$ 1.900 sudah cukup tinggi jika melemah bisa ke US$ 1.750,” kata Alwi.

Begitu juga prospek harga emas batangan logam mulia Antam pun berpotensi bergerak sideways di RP 930. 000 pada akhir tahun ini.

Faisyal merekomendasikan buy on dips dan menyarankan investor tetap memperhatikan perkembangan politik dan ekonomi AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *